Arsip

Operasi

‘Kenapa harus dioperasi? Diurut bisa Kok, yaaaah kok dioperasi sih, kasian kalau dioperasi…masih kecil.. itu bisa Kok diurut…….’

Keputusan saya dan suami melakukan operasi untuk proses penyembuhan Maira memang ada yang menyayangkan hal tersebut. Bukan apa2….alasan mereka dengan diurut proses penyembuhan lebih cepat.

Sebelum positif untuk dilakukan operasi, setelah dokter di RS Hermina memberikan penjelasan, saya dan suami memang sempat galau antara medis (operasi) dan alternatif (urut), Alhamdulillah teman2 yang mengerti medis mensupport full untuk segera dilakukan operasi. Penjelasan mereka dengan kondisi patah seperti yang dialami Maira, jika diurut akan sangat riskan sekali, karena posisi tulang yg patah merupakan tulang yang rawan. Fungsi tulang tersebut adalah untuk menahan beban tubuh dan pergerakan sendi. Sering untuk kasus patah tulang neck collum femur dengan jalur alternatif hasilnya banyak yang gagal.

Setelah mendapat rujukan ke RS Siaga dan bertemu dengan dr Andi, akhirnya disepakati jadwal tindakan operasi Maira pada hari Sabtu 12 November 2016 jam 11 siang (mundur 3 jam dari jadwal awal). Sebelumnya puasa selama 8 jam, tp karena jadwal maira mundur, total puasa yg dijalani Maira adalah 11 jam 😀

Alhamdulillah operasi berjalan lancar, meski Maira harus transfusi darah sebanyak 500ml.

Proses selanjutnya adalah pemulihan…..Semoga proses ini dimudahkan, Maira diberikan kesabaran dan tetap semangat 💪💪

Fracture Neck Collum Femur

Hai…Hai…Haiiiiii….Bertemu lagi kitaaaa setelah sekian tahun tak berjumpa 😂

Di awal tahun 2017, banyak kisah yang terlewatkan….Dan hari ini, mari Kita mulai kembali coret2 blog yg sudah disia2kan sekian tahun…

 

Baiklah….Berkisah dari kecelakaan yang menimpa Maira pada hari Rabu 9 Maret 2016, kejadian berawal ketika maira pulang belajar tahsin.

Seperti biasa ba’da Magrib sampai dengan ba’da isya adalah jadwal belajar tahsin Maira dan Kholid di Lembaga Tahsin dan Tahfidz Darussalam Kukusan. Biasanya saya kebagian tugas mengantar dan suami bertugas menjemput.

Jarak dari rumah ke tempat belajar tahsin kurang lebih 1,5Km makanya anter jemput yang praktis itu pakai motor 😀, saya pake motor matic, suami motor manual. Kurang lebih 20m dari gerbang perumahan Darussalam, pakaian syar’i (gamis) Maira tersangkut di rantai motor, seketika Mairapun terjatuh kesebelah kiri, dengan posisi kepala berada di aspal dan sebagian badan masih berada dimotor, dan keadaan tersebut tidak diketahui suami, jadi ketika maira terjatuh motor masih jalan dan kejadiannya sangat cepat sekali.

Seharian Maira tidak bisa bergerak, hanya bisa terbaring diatas tempat tidur, melihat kondisinya seperti itu, saya dan suami berinisiatif membawa ke tukang urut di daerah srengseng. Diluar dugaan, ternyata tukang urutnya menyarankan untuk melakukan rontgent terlebih dahulu, jadi bagian yg sakit dan diperkirakan patah tidak diurut.

Esoknya, Hari sabtu maira dibawa ke RS Hermina Depok.  Awal datang ke Hermina kami konsultasi dokter umum, karena memang kami tidak menyangka akibat kecelakaan itu maira patah tulang dan hasil rontgent memang menyatakan kalau Maira mengalami patah tulang, dengan diagnosa Fracture Neck Collum Femur 😥

Dokter umum segera menyarankan untuk dilakukan operasi, hasil rontgent dikonsultasikan ke dokter orthopedi via telpon karena pada saat itu dokter orthopedi sudah tidak ada jadwal praktek.

Setelah proses cari kamar selesai, dokter umum memberikan kabar bahwa setelah foto hasil rontgent dikirim ke dokter orthopedi via WhatsApp,  operasi dengan kasus seperti yang dialami Maira tidak bisa dilakukan di RS Hermina, dan disarankan kalau operasi dilakukan di Rumah Sakit Siaga Raya di Pasar Minggu.

Segera kamipun menuju RS Siaga, dan bertemu dengan dr Andi. Dan hasilnya memang harus segera dilakukan operasi dr Andi juga menjelaskan plus minus dilakukan operasi dibagian fractur tersebut. Operasi direncanakan pada hari Sabtu 12 November 2016 jam 8 pagi dengan puasa terlebih dahulu selama 8 jam

……….

 

Bersahabat dengan Reptil

Tidak perlu repot mengunjungi kebun binatang Ragunan atau tempat satwa lainnya  jika ingin  melihat binatang reptil. Di Kampus UI tepatnya di depan stadion UI merupakan tempat berkumpulnya para pencinta reptil tiap minggu pagi. Bagi keluarga di sekitaran Depok yang mempunyai anak kecil, nggak ada salahnya mengunjungi tempat tersebut, tidak dikenakan biaya ^_^

Selain mengenalkan anak secara langsung dunia reptil, kita juga mendapatkan edukasi tentang binatang-binatang tersebut. Di sana kita di perbolehkan memegang, menggendong, mengelus reptil tersebut bahkan berfhoto juga diperbolehkan. Bahkan jika kita bertanya hal-hal yang berkaitan dengan binatang tersebut, dengan senang hati anggota komunitas tersebut menjelaskan secara rinci dan jelas.

Terima kasih untuk komunitas **Deric yang sudah berbagi cerita dan dengan baik hati mempersilahkan anak-anak berinteraksi langsung dengan binatang peliharaannya seperti Ular, Iguana, dll.

 

 

 

**beberapa kali saya ke UI untuk melihat binatang2 tsb, anggota komunitasnya memakai seragam kaos yang bertuliskan DeRIC ( Depok Reptile – Amphibi Community)

Sebiru Hari ini……….

Kembali ke pondoooook……..iyaaah setelah 2 minggu kamu meninggalkan pondok ^_^

“nggak terasa ya Mi, udah besok ajah balik ke Pondok” kata Hanif

“gimana liburannya?”

“yaaaahhh gitu deeeh, maunya lebih lama lagi liburnyaaaa”

 

Keadaannya sama ketika kamu pergi pertama kali ke Pondok……ummi sedih? pastiii!! dan kamu pun pasti merasakan hal yang sama……hanya masing-masing diri kita menjaga perasaan itu. Satu kebanggaan ummi, kamu bisa beradaptasi dengan baik dilingkungan barumu, walaupun harus berjuang melawan cuaca hingga jatuh sakit 😥 bangga dengan semua itu……

Kebersamaan kita di 2 minggu liburmu, cukup mengobati rasa kerinduan kami….Rindu Ummi, Abi, dan adik-adikmu….semua merindukan dan selalu mendoakanmu……

Semangatmu tetap menggebu saat tiba waktu berangkat menuju pondok…..waktupun seakan mempercepat tujuan kita kesana…….4 jam saja perjalanan dari Depok ke Kuningan, inilah waktu tempuh yang tercepat selama abi, ummi menjengukmu ke pondok……supeeeerrrr lancaaaar ^_^

 

Akan selalu terkenang  kebersamaan kita…..dan lagu sebiru hari ini pun mengiringi sepanjang perjalanan kita………

Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

reff:
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan Illahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah

Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

intro

reff 2x

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

 

ass ass1 ass2 ass3 ass4

Rumah Ibu Waterboom – Pemda Cibinong

Memanfaatkan waktu liburan yang tersisa beberapa hari lagi, Hanif mengagendakan untuk berenang dan bermain air, tentu saja dengan keinginan seperti itu berarti harus ada wahana airnya, entah itu ember tumpah, prosotan dll. Beberapa waktu lalu saya mendapatkan informasi kalau di daerah Cibinong (dekat Pemda) ada Waterboom, lumayan bersih, tiket masuknya terjangkaaaauuu…..ini point yang paling penting 😀

Buat yang mau kesini rombongan/keluarga besar, Rumah Ibu Waterboom  bisa menjadi pilihan 😉 Lumayan jauh sih kalau dari tempat tinggal saya, tapi anggap saja liburan, jadi nggak terasa jauhnya, yang penting perjalanan menuju Rumah Ibu nggak ada macet. Tiket masuk untuk hari biasa Rp. 30.000,-/orang dan hari libur Rp. 50.000,-/orang Usia anak 2 tahun ke atas sudah dihitung 1 tiket dewasa. Tiket masuk tersebut bisa ditukarkan dengan ‘welcome drink’ dengan pilihan es krim atau minuman teh dalam kemasan.

Fasilitas yang ada antara lain Mushola, ruang ganti/bilas, WC, tenda-tenda untuk menunggu/duduk2, penyewaan ban, penyewaan karpet/tikar (kalau nggak kebagian tenda, kita bisa sewa karpet/tiker seharga Rp. 10.000,- sepuasnya). Sayangnya tidak ada fasilitas penyimpanan barang-barang berharga/loker, jadi kalau kita khawatir ada yang hilang maka harus ada orang yang menjaga barang-barang bawaan kita.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

Pangandaran-Bandung

Jam 12.00 WIB setelah check out dari Hotel Sun In Pangandaran (SIP) perjalanan di lanjutkan menuju Bandung. Jarak Pangandaran – Bandung ditempuh kurang lebih 6 jam perjalanan. Rute nya  Pangandaran-Kalipucang-Padaherang-Banjar Sari-Banjar-Ciamis-Tasikmalaya-Ciawi-Malangbong-Limbangan-Nagrek-Cicalengka-Rancaekek-Cileunyi.

Selama perjalanan, hujan yang cukup deras terus turun dan hampir merata di setiap daerah yang kami lalui. Setelah 3 jam perjalanan kamipun mencari tempat untuk bisa Ishoma, akhirnya kami berhenti di Rumah Makan Asep Strawbery, dirumah makan ini wajib mencoba nasi liwetnya plus jus strawbery yang super segar ^_^ agak cukup lama kami ishoma di sini, disamping cuaca yang hujan sehingga bikin betah untuk leyeh-leyeh, suami harus buka laptop buat urusan kerjaan 😀 juga searching penginapan di Bandung yang murah ^_^

bandung2 bandung3

Dari hasil searching penginapan di Bandung akhirnya D’best Hotel yang kami pilih. Hotel ini terletak di Jl. Oto Iskandardinata No. 460, telp
+62 22 5228899. Sebaiknya ketika akan mencari/memilih hotel kita harus mencari perbandingan harga antara harga website hotel yang bersangkutan dengan harga yang ditawarkan oleh situs/reservasi online seperti Agoda, traveloka dll. Dari pengalaman pribadi kami lebih sering memesan penginapan melalui situs online Booking.com, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga situs online yang lainnya, lebih murah juga dari harga website/via phone hotel yang kita pilih dan kelebihan dari booking.com tidak ada biaya tambahan/administrasi.  Selisih harga yang bisa didapat antara Rp. 150.000,- Rp. 200.000,- lumayan hemaaaat kaaan…….Di D’Best Hotel Bandung ini kami mendapatkan kamar tipe Deluxe seharga Rp. 450.000,- /nett include sarapan pagi untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak (harga normal Rp. 600ribuan) dan ada kolam renangnya ^_^ untuk penampakan kamarnya silahkan kunjungi website resmi hotel tersebut http://www.dbesthotel.com

best best1

Setelah check out jam 12 siang, perjalanan kami lanjutkan ke Floating Market di Lembang, penasaran dengan tempat wisata kuliner satu itu, tempat yang membuat orang tertarik untuk berkunjung ke tempat tersebut……terutama saya pribadi 😀 😀 Kami tiba di Floating Market sekitar jam 2-an, parkiran mobil masih penuuuh, padahal jam makan siang kan udah lewat, dan memang tempat ini selalu ramai. Berbeda dengan pasar Ah Pong di Sentul, penjual di Floating Market justru berjualan di atas perahu, persis pasar apung di daerah Kalimantan, inilah yang membuat unik kawasan wisata kuliner tersebut, dan uang yang digunakan berupa koin besar mulai dari pecahan Rp. 5.000 – Rp. 20.000,- yang bisa kita tukarkan terlebih dahulu uang asli kita ke tempat penukaran koin….hihihi kaya main-mainan ^_^

Oya untuk masuk ke wisata kuliner ini akan dikenakan karcis masuk per orang Rp. 10.000,- usia 2 tahun kebawah gratis, karcis masuknya bisa ditukarkan untuk minuman selamat datang, istilah kerennya welcome drink. Kita bisa memilih minumannya, ada Milo panas, kopi panas dan minuman dingin. Selain tempat makan, ditempat ini kita juga bisa kasih makan ikan dan angsa, ada perahu bebek, sampan dan  kereta air.

Saran saya, jika teman-teman hendak berkunjung ke Floating Market sebaiknya jangan di musim hujan, karena banyak tempat yang bagus untuk di jelajahi atau sekedar santai untuk menikmati indahnya pemandangan di sekitar danau. Jika memang harus berkunjung ke tempat ini di saat musim hujan siapkan selalu payung dan jas hujan………Happy holidaaay ^_^

Narsis bareng sambil nunggu hujanreda 😀

fltm6 fltm5 fltm1fltm4 fltm3 fltm2 fltm9fltm

Pantai Pangandaran

Kali ini adalah libur semester pertama kali Hanif di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, tentu saja Hanif sangat merindukan suasana rumah begitupun kami. Karena Hanif belum pernah ke Yogyakarta dan jarak tempuh yang lumayan menghemat jika dari Kuningan, maka kami merencanakan liburan ke Yogyakarta.

Segala keperluan penginapan di Yogyakarta sudah disiapkan jauh-jauh hari. Hanya saja ketika rencana tersebut kami bicarakan ke Hanif anak pertama kami, Hanif lebih menginginkan pergi ke Pantai Pangandaran, alasannya jaraknya lebih dekat dan Hanif lebih menginginkan untuk cepat-cepat pulang ke rumah (Depok), di bandingkan ke Yogyakarta tentu lebih banyak waktu yang di perlukan. Memang kami memberikan 2 pilihan tempat liburan ke Hanif pada saat pengambilan raport dan penjemputan santri/santriwati.

Akhirnya Pantai Pangandaran menjadi pilihan dan kesepakatan kami. Berangkat dari Pondok (Jalaksana Kuningan) tanggal 21 Desember 2014  jam 10.30 WIB Jalur yang kami tempuh adalah Kuningan – Cikijing (Majalengka) – Ciamis – Banjar – Pangandaran. Pemandangan yang kami lalui  sangaaaat menyejukan mata, jalan yang berkelok-kelok dan membuat perut seperti di kocok-kocok,  sehingga saya pun harus menyiapkan kantong kresek hitam 😀 😀

Setelah hampir  3 jam perjalanan, sudah saatnya perut minta di isi, karena tidak paham lokasi yang ada dalam pikiran kami hanya mencari rumah makan, tidak berapa lama kami melihat satu tempat yang sangat ramai dan banyak parkiran mobil tapi kami tidak jelas melihat ada di mana rumah makannya, akhirnya kami urung berhenti di tempat tersebut. Beberapa meter dari tempat tersebut kami melihat plang Rumah Makan Sederhana, kontan saja kami semua berteriak kegirangan karena menemukan rumah makan masakan padang, tapi alangkah kecewanya ternyata rumah makan tersebut (sudah) tutup.

Kamipun balik arah ketempat yang ramai tadi khawatir kalau tetap melanjutkan perjalanan, jarak ke rumah makan yang lain berjauhan. Rumah makan Jeruk namanya, tempatnya biasa seperti warung-warung rumahan. Sepertinya menjadi tempat makan unggulan ketika melakukan perjalanan antara Ciamis-banjar, dan yang menjadi khasnya adalah sambelnya…..top ! Lauk yang tersedia ayam goreng, tahu tempe, ati ampela, macam-macam pepes. Harganya….? murah meriah 🙂

Selesai Ishoma perjalanan dilanjutkan jam 15.00 wib, kecepatan mobil agak di naikkan, dengan maksud bisa melihat sunset…tapi sepanjang jalan hujan deras, pupuslah harapan 😦  jam 17.40 kami tiba di pangandaran, karena belum pesan hotel setelah melewati pintu masuk mobil kami tepikan dan mulai searching penginapan, akhirnya kami memutuskan untuk on the spot dan cari yang murah meriah.

Beberapa penginapan yang kami tanyakan banyak yang penuh, akhirnya setelah hampir 1 jam (keliling pantai dan survey penginapan) kami mendapatkan penginapan yang kosong di  Sun In Pangandaran Hotel (SiP), kamar yang tersedia di tipe Deluxe dengan view kolam renang seharga Rp. 400.000,-  setelah check in kami langsung makan  malam di rumah makan sea food yang letaknya berdekatan dengan hotel SiP cukup dengan jalan kaki, setelah selesai kami langsung istirahat.

Jam 5.30 pagi kami keluar hotel jalan kaki menuju pantai timur untuk melihat matahari terbit, setelah itu kami ke pantai barat untuk bermain air. Kondisi pangandaran setelah di terjang tsunami lebih rapih dan tertata,  jauh berbeda keadaannya waktu saya terakhir kali ke pangandaran. Setelah puas bermain air dengan papan seluncur yang kami sewa, kamipun kembali ke hotel sebelumnya bilas badan mengurangi pasir yang menempel  di tempat pemandian umum, walaupun pemandian umum tempatnya bersih dan airnya melimpah ^_^

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.