Jakarta – Padang via jalur Lintas Tengah

Lebaran 1435H kami merencanakan pulang kampung, biasanya di musim lebaran harga tiket pesawat harganya melonjak tinggi, bagi kami yang jumlah anggota keluarga banyak tentu masalah biaya adalah masalah utama tiap kali hendak pulang kampung😀 Tapiiiii namanya niat untuk bersilaturahim dengan orang tua/mertua pastinya ‘tiada rotan akarpun jadi’ ^_^ pilihan menempuh jalur darat adalah pilihan terbaik pada saat high season, walaupun bagi sebagian orang, kalau di hitung-hitung dengan biaya makan dan bensin masih lebih murah naik pesawat, tapi bagi kami justru pilihan lewat darat dengan membawa mobil sendiri dengan jumlah anggota keluarga 6 orang tentu masih jauuuuuuuh lebih menghemat biaya di bandingkan naik pesawat ^_*

Kalau di tahun sebelumnya kendaraan yang di bawa adalah mobil sewa, kali ini Alhamdulillah sudah tidak perlu sewa mobil lagi. Waktu kami sewa mobil untuk pulkam sebelumnya, biaya masih lebih hemat dibandingkan jika kami naik pesawat, apalagi bawa mobil sendiri….pastinya jauuuuh lebih hemat #emak-emak nggak mau rugi😀

Pulang kampung lebaran 1435H ini adalah perjalanan ke dua kali bersama anak-anak melintasi pulau sematera melalui jalur darat, berbekal pengalaman saat pulang di tahun 1432H yang pada saat itu kami berangkat H-4 dan mengalami macet total di tol merak selama hampir 20 jam, maka di lebaran kali ini kami mencoba trik baru, kami berangkat pada saat lebaran hari pertama, setelah sholat Idurl Fitri seperti biasa kami berkumpul dengan keluarga besar saya, setelah itu baru menuju merak daaaaannnnn jalanan saat itu lancaaar jayaaaaaaaa sampai merak dan penyebrangan pun laaaancaaarrrr merdekaaaaa ^_^

Jalur yang kami pilih adalah jalur lintas tengah, walaupun lebih jauh di banding lintas timur, entah kenapa kami lebih suka jalur lintas tengah,,,mungkin karena lintas tengah ini lebih banyak rumah makannya di banding lintas timur😀 Kondisi jalur lintas tengah saat ini muluuuuussss, kondisi lintas timur yg saya dengar juga infonya muluuuusss. Memang jalur lintas tengah ada beberapa titik jalan yang rusak, seingat saya hanya ada 2-3 titik (lampung dan sorolangun)

Jarak tempuh di mulai dari Jakarta, Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi Besar-Kotabumi = 48 km, Kotabumi-Baturaja = 183 km, Baturaja-Tanjung enim = 135 km, Tanjung enim-Muara enim = 18 km, Muara enim-Lahat = 47 km, Lahat-Lubuk Linggau = 157 km, Lubuk Linggau-Sarolangun = 220 km, Sarolangun-Bangko = 150 km, Bangko-Muara Bungo = 115 km, Muara Bungo-Gn. Medan = 90 km, Gn. Medan-Kiliranjao-Solok = 138 km, Solok-Padang = 54 km. Total Jarak Tempuh = 1635 km.

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Terbanggi Besar, Kotabumi, Bukit Kemuning)
2. Provinsi Sumatera Selatan (Martapura, Batu Raja, Tanjung Enim, Muara Enim, Lahat, Lubuk LInggau)
3. Provinsi Jambi (Sarolangun, Bangko, Muara Bungo)
4. Provinsi Sumatera Barat (Sungai Rumbai, Gn.Medan, Sungai Dareh, Kiliranjao, Muara Sijunjung, Muara Kalaban, Solok, Padang).

Alhamdulillah perjalanan pergi dan pulang aman dan lancar, dan yang paling penting adalah saya tidak mabuk darat dan laut…hahahaha

Di pelabuhan Bakaeuheni tidak mengalami antrian langsung blasss,,,nunggu cuma 15menit

Di pelabuhan Merak tidak mengalami antrian langsung blasss,,,nunggu cuma 15menit

bangku mobil baris ke 2 di lipat, dijadikan tempat tidur, bawa cd film kartun dan lagu anak-anak biar di jalan nggak bosan

jangan lupa bawa pop mie buat sarapan paginya selama perjalanan, thermosnya jugaaa,,,lumayaaaaan iriiiitttt, makan siang dan malam di rumah makan :)

jangan lupa bawa pop mie buat sarapan pagi selama perjalanan, thermosnya jugaaa,,,lumayaaaaan iriiiitttt, makan siang dan malam di rumah makan🙂

antrian pulang di pelabuhan bakaeuheni normal

antrian pulang di pelabuhan bakaeuheni normal

4 thoughts on “Jakarta – Padang via jalur Lintas Tengah

  1. Saya dengan isri dan anak2 juga senang seperti anda, bagi saya bukan mahal-murahnya pesawat, tapi saya senang mengendara jauh dengan santai rata-rata kecepatan 70-80. Dengan mobil trios, saya buka bangku tengah – diganti dg kasur tipis lipat. Saya bawa beras, rice-cooker, lauh pauk, termos, kopi, teh, makanan kecil, sekali dalam tiga jam saya istirahat di pom bensin sambil shalat & memasak, makan lau berangkat. Saya sudah jalan dari dari padang-jambi, padang-danau toba, padang-puncak, padang-jogja, padang-jkt. Saya senang alam – saya pernah dari hongkong ke Beijing dengan jalan darat – irit dan menyenangkan, ha.., ha.., salam Elfiondri

    • Wah ‘perlengkapan perangnya’ pak Elfiondri lebih komplit, patut di contoh buat perjalanan kami sekeluarga berikutnya🙂 pastinya sangat menyenangkan lewat jalur darat ya pak, bisa lebih menikmati keindahan alam, lebih mendekatkan kepada Sang Pencipta dan yang penting anak-anak juga menyukainya dan senang dengan perjalanannya….anak-anak saya paling berkesan waktu perjalanan Padang – Pekanbaru di kelok 9, katanya…wooow amaziiing🙂

    • Kondisi jalan pada saat lebaran kemarin sangat bagus mas, titik yang rusakpun masih aman dilalui kendaraan jenis sedan, kebetulan jenis mobil saya MPV sejenis sedan (grandlivina). Walaupun sekarang sudah masuk musim hujan semoga saja kondisi sekarang tidak jauh berbeda ya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s