Arsip

The Mirah Hotel

Menginap di Mirah sepulang dari Taman Safari juga tanpa di rencanakan, karena sesuatu hal akhirnya di putuskan untuk mencari penginapan.  Kalau keinginan anak-anak, mereka maunya di Hotel Seruni, tapi untuk hari itu kamarnya full :'( akhirnya di carilah penginapan di daerah Bogor, itupun banyak yang full booking. Karena ini adalah kali ke dua saya dan keluarga menginap di  Mirah, seingat saya, dulu hotel ini namanya bukan The Mirah Hotel, tapi Hotel Mirah…teteeeppp sama-sama ada Mirah nya :P

Kamar yang dipesan adalah tipe deluxe twin bed, satu kebiasaan buruk saya adalah….nggak sempet foto-foto kamar untuk dokumentasi pribadi,,,begitu masuk kamar anak-anak langsung menyerbu tempat tidur dan menjelajah kamar mandi, jadi langsung hancur lebur berantakan kamarnya :D Waktu pertama kali kami ke sana, kamar kami berada di gedung lama, kali ini kamarnya berada di gedung baru. Kamarnya bersih dan luas, seperti gedung yang lama, di gedung baru juga terdapat balkon sehingga kita bisa santai di luar atau sekedar melihat suasana kota bogor walaupun yang keliatan dari balkon cuma factory outlet ajah..hihihihi. Oya letak The Mirah ini memang sangat strategis, dekat kemana-mana, mau cari oleh-oleh deket, mau cari macaroni panggang juga dekeeettt, pie apple apalagi, pokoknya bakalan dimanjakan dengan kuliner kota Bogor deh ^_^

Dan yang paling di sukai anak-anak adalah naik delmaaaaaannnn…yap dari pihak hotel di sediakan delman gratis khusus buat tamu hotel…..lumayaaann bisa keliling seputaran hotel, bagi anak-anak naik delman adalah pengalaman yang seru karena jarang-jarang mereka naik delman :D

 

mirah

 

Ke Taman Safari

Sebenarnya nggak ada rencana sama sekali buat pergi ke Taman Safari, tapi begitu mendengar Nek Nani mau pergi ke Cibodas dengan rombongan yang saya nggak tau juntrungannya, mulailah saya berfikir yang macam-macam,,,sebenarnya sih cuma khawatir aja dengan kesehatan si nenek. Akhirnya dengan rencana mendadak dipilihlah Taman Safari sebagai tujuan jalan-jalan, selain memang untuk mengalihkan kepergian Nek Nani ke Cibodas juga mengajak anak-anak yang sudah lamaaaaaaaaaa nggak ke Taman Safari, terakhir ke sana waktu Maira berumur 2,5 thn ^_*

Sabtu 14 Juni 2014 ba’da Subuh kami berangkat menuju Taman Safari, hihihihi kebiasaan si Abi nih kalau ada rencana pergi maunya berangkat pagi-pagi, biar nggak macet dan sampainya lebih cepat, jadi biar agak santai gituuuuu…:) dan pastinya jalanan lancaaaarr jayaaaa,,,,,jam 06.45 kami sudah masuk daerah cisarua, karena belum sarapan dan Taman Safari baru buka jam 08.30 pastinya cari sarapan dulu dong,,,,biar kenyang akhirnya sarapan di KFC.

Setelah urusan perut selesai, perjalanan dilanjutkan, sebelumnya beli wortel dulu, buat kasih makan binatang-binatang disana, padahal udah ada larangan untuk memberi makanan buat binatang, tapi emang ngegemesin sih liat binatang-binatang tersebut mendekati mobil kita…hehehe maaf ya pak/bu agak melanggar peraturan dikit nih. Dan tetap saja begitu sampai di gerbang masuk, pintu loketnya belum di buka, 15 menit lagi, padahal sudah banyak juga yang antri masuk. Tepat jam 08.30 loketpun di buka,,,,penjaga loketnya On Time ^_^ Sepertinya saya baru tahu, tiket yang dibeli sekarang adalah tiket terusan, artinya setalah kita berada di arena permainan, kita dibebaskan untuk bermain permainan yang ada di sana, tiap satu permainan maksimal hanya satu kali. Jadi waktu kita beli tiket, kita akan diberikan sebuah gelang yang diharuskan dipakai selama berada di arena Taman Safari, kalau kita mau naik permainan, gelang tersebut akan di scan barcode. Tapi untuk wahana 4D, Rumah Hantu, Kereta Keliling, mobil keliling kita di wajibkan membeli tiket berwarna merah/pink yang bisa dibeli di loket dekat baby zoo.

Harga tiket terusan untuk dewasa Rp. 140.000,- anak-anak 5th ke atas Rp. 140.000,- anak-anak 1-5 thn Rp. 130.000,- dibawah 1 thn gratis, dan mobil Rp. 15.000. Tapi sayangnya waktu kami menyaksikan pertunjukan gratis lumba-lumba dan cow boy listrik di sana beberapa kali mengalami gangguan, agak kecewa siiiihhh, apalagi pertunjukan lumba-lumba selain listrik mati sebagian rombongan anak sekolah sudah meninggalkan tempat pertunukan yang belum selesai karena mengejar jadwal show cow boy. Begitu juga di arena pertunjukan cow boy, beberapa kali listrik mati dan pertunjukan di tunda, sampai akhirnya ada permohonan maaf jika pertunjukan tidak dapat dilanjutkan karena listrik mengalami gangguan :'( yang penting sih Nek Nani dan anak-anak senang ^_^

safari

 

Hari ke- 3 di Singapore

Hari terakhir di Singapore kami merencanakan mengunjungi Sentosa Word Resort/Universal Studio Singapore, cari oleh-oleh coklat di Mustafa Centre dan pernak-pernik di Chinatown……sebenarnya waktu untuk mengunjungi ke tiga tempat tersebut sangat cukup, mengingat tiket pulang Air Asia kami adalah jam 22.00. Tapi di tengah jalan di putuskan untuk mencoret Chinatown dari list yang harus kami kunjungi dengan pertimbangan kondisi kesehatan orang tua kami.

Karena waktu check out penginapan kami jam 12.00 dan kami harus berangkat pagi-pagi tanpa harus membawa tas, maka suami meminta ijin kepada pengelola penginapan untuk menitipkan tas-tas tersebut, dan tralaaaaa pihak penginapan mengijinkan tas-tas tersebut di titip di lobi yang akan di ambil kalau kunjungan kami tersebut sudah selesai, free ! :)

Jam 08.00 kami keluar dari penginapan menuju USS menggunakan MRT, targetnya sih cuma foto-foto aja di sana, terutama di bola dunianya, tempat narsis sejuta umat :D :D  secara bermain di wahana USS tidak masuk dalam list wajib. Daaannn saatnya berburu coklaaaaattttt….yah perjalanan di lanjutkan ke Mustafa Centre ^_^ sebelum perburuan di mulai kami sholat Zuhur di Masjid dekat Mustafa plus leyeh-leyeh meluruskan kaki ;) rejeki nggak kemana, entah ada acara atau memang kebiasaan salah satu etnis disana, begitu selesai ada satu kelompok yang sedang tahlil, setelah selesai panitia memberikan bungkusan kecil kepada semua jamaah yang ada di masjid,,,,lumayaaaaan porsinya besaaarrr, cukup mengenyangkan dan bisa hemat biaya makan siang :D

Setelah selesai kami langsung menuju penginapan, di hari terakhir kami mencoba naik bis dari Mustafa, mau liat jalan raya di Singapore, karena selama di Singapore selalu menggunakan MRT,,,serasa jadi tikus hiihihihi. Kurang lebih 20 menit kami sampai di halte dekat lavender, ternyata dekeeettt trus langsung deh ke penginapan ambil tas-tas dan packing oleh-oleh :D

Pengalaman berharga bagi anak-anak di Singapore adalah melihat ketertiban dalam berlalulintas, tertib antri, tertib menjaga kebersihan dan satu hal yang paling di senangi anak-anak adalah ketika menyebrang di zebra cross yang tidak ada lampu merah……semua mobil berhenti dan dengan sabar menunggu orang yang hendak menyebrang jalan, anak saya Dzkiri dan Maira sangat menikmati sensasi yang satu itu :D :D dengan pe-de dan beraninya menyebrang sendiri tanpa mau di dampingi ^_^

Jam 18.00 kami sudah tiba di Changi, sebelum check in kami makan malam di KFC, niatnya mau mencari menu nasi putih,,,,,ternyata tetap menunya  itu nasi lemaaaakk,,,,huhuhu kangen sama nasi putih :( setelah urusan check in dan imigrasi selesai kami langsung menuju ruang tunggu…..menunggu datangnya pesawat Air Asia yang akan membawa kami pulang kembali ke Jakarta, kota tercinta…….karena Indonesia di mata kami jauuuuuuhhhh lebih indah dengan segala ke anekaragamannya, budaya, bahasa, makanan dll. I Love Indonesia ^_^

us

uss

uss2

uss1

Makan siang gratis, makanan khas India, isinya daging sapi, persis seperti martabak telur, hanya lebih pedas dan dagingnya lebih mendominasi....enak deh :)

Makan siang gratis, makanan khas India, isinya daging sapi, persis seperti martabak telur, hanya lebih pedas dan dagingnya lebih mendominasi….enak deh :)

Hari ke-2 di SIngapore

Perjalanan di hari ke -2 kami merancanakan berkunjung ke Theme Park Legoland yang berada di  Johor Bahru, bagian dari negara Malaysaia. Salah satu alasan mencari penginapan di sekitar Lavender adalah tempat menunggu bis (Superior Coach bus) yang akan mengantarkan kami ke legoland berada tepat di depan restoran Wendy’s, satu lokasi dengan sta Lavender. Untuk menuju kesana dari penginapan kami cukup berjalan kaki. Bis tersebut berangkat hanya 1x dalam sehari menuju Legoland, yaitu pada jam 08.30  dan 1x menuju Singapore di jam 17.30. Biaya perorang dikenakan 20 SGD PP (balita gratis), tiket sudah dibeli secara online. Bis yang digunakan bukan bis umum, tetapi seperti bus yang membawa rombongan kunjungan wisata atau bis travel.  Karena memang selain hanya untuk antar jemput, bis ini juga melayani tour yang nantinya ada pemandu yang menemani ketika kita berkeliling ketempat tujuan, tiket yang kami pesan adalah hanya untuk antar jemput ke legoland.

Jam 08.15 waktu setempat kami sudah berada di depan sta lavender, tidak berapa lama koordinator bis pun datang dan langsung meminta passport untuk ditulis nomor passport semua penumpang sebagai kelengkapan administrasi mereka. Perjalanan menuju legoland ini kurang lebih 2 jam, sudah termasuk pemeriksaan di imigrasi Singapore dan Malaysia. Jarak tempuh tersebut sebenarnya bisa lebih cepat kalau kita menggunakan mobil sewa karena disediakan tempat khusus berupa loket yang akan memberikan cap keluar/masuk dari negara tsb tanpa harus turun dari mobil *harga tentu jauuuuuh lebih mahal :( *  Keuntungan menggunakan Superior Coach Bus ini, ketika proses imigrasi selesai kita akan tetap ditunggu oleh bis tersebut.

Tepat jam menunjukan pukul 09.00 bis pun mulai melaju menuju legooooland :D agak harap-harap cemas karena saat itu sepanjang jalan hujan deraaasss, tapi ketika sudah di JB Sentral/imigrasi di Malaysia/Johor Bahru cuaca ceraaahhh :) Hampir jam 11.00 kami tiba di Legoland, koordinator bis mengingatkan kepada seluruh penumpang, bahwa bis tersebut akan siap mengantarkan kami kembali ke Singapore jam 17.30.

Karena sudah membeli tiket masuk Legoland via on line, maka tiket tersebut langsung diserahkan ke petugas. Total tiket yang dibeli adalah 9 buah tiket seharga 896 MYR ( 3 dewasa @ 112 MYR, 2 lansia @ 88 MYR dan 4 anak-anak @88 MYR) harga tersebut sudah termasuk diskon 20%. Sebelum tiket diserahkan ke petugas, so pasti doooong di pintu gerbang legoland berfoto-foto dulu ^_^

Secara keseluruhan anak-anak puas bermain di Legoland, nggak perlu antri panjang untuk mencoba permaianan yang ada di sana, bahkan kita bisa berkali-kali main permainan yang di sukai ^_* hanya saja disana harus banyak minuuuummm, karena cuaca panas terik :( makanan yang berlabel halal dan murah juga mudah ditemukan disana. Untuk ukuran kami yang berjumlah 10 orang termasuk anak-anak, porsi tersebut lebih dari cukup, bahkan sangaaat berlebih :D total pengeluaran untuk makan siang adalah 224 MYR. Arena permainan pun sangat sesuai dengan usia anak-anak kami, dan mereka sangat menyukai permainan yang ada di Legoland. Diperjalanan pulang mereka ditanya bagaimana kesannya di legoland, jawabannya : “panaaaaassssss tapi enak-enak permainannya jadinya sukaaaa”

bus

Superior Coach Bus

legoland3

 

legolan

legoland9

legoland2

legoland4

legoland5

legoland7

legoland6

legoland10

Hari Ke- 1 di Singapore

Tralaaaaaa….akhirnya waktu yang di tunggu tibaaaa, liburaaaaannn…:D walupun sebenarnya apa yang sudah kami rencanakan agak berubah sedikit, awalnya pemberangkatan tanggal 20 Mei s/d 22 Mei 2014 setelah  anak sulung kami selesai Ujian Nasional/Sekolah (sesuai kalender akademik  thn 2013, UN di minggu pertama bulan Mei) tapi Allah berkehendak lain,,,,ya sudah akhirnya di bulan April setelah ada pengumuman dari pihak sekolah bahwa ada perubahan tanggal pelaksanaan Ujian Nasional, kami pun melakukan perubahan tiket menjadi tanggal 13 – 15 Mei 2014, satu minggu sebelum pelaksanaan Ujian Sekolah Tingkat SD…….no problemo walaupun belum ujian jalan-jalan ‘kudu’ terlaksanaaaaa biar fress otaknya :D so pasti akibat perubahan jadwal penerbangan tsb tiket harga promo yang sudah kami issued jauh-jauh hari *jauh bulan malah* tidak berlaku lagi :'( tidak ada yang perlu di sesali, yang pasti keberangkatan kami tidak 8 orang lagi tapi menjadi 10 orang terdiri dari 5 orang dewasa , 3 anak dan 2 balita ^_^

Penerbangan tetap menggunakan pesawat Air Asia dari Terminal 3 Bandara International Soekarno Hatta dengan Flight No QZ266 jam 14.05 tiba di Changi Airport 16.40, pesawatnya tepat waktu….top deh ^_* setiba di bandara yang super canggih dan besar kami langsung menuju Sky Train di terminal 1 yang akan mengantarkan kami ke terminal 2 untuk melanjutkan menggunakan MRT.  Setelah proses imigrasi di bandara selesai kami segera menuju stasiun MRT yang masih satu lokasi dengan area terminal 2, suami pun langsung membeli kartu chip MRT yang bisa di isi ulang sebanyak 8 buah, seharusnya 7 buah kartu cukup karena anak dibawah usia 7 tahun masih gratis (ada 3 anak di bawah usia 7 thn) masing-masing berisi  @14 S$ x 8 = S$112 dan isi ulang @10 S$ x 7 = S$77 Total pengeluaran untuk MRT S$182. Tujuannya adalah sta Lavender, karena penginapan kami lokasinya berada di dekat sta Lavender.

Setelah sampai di Lavender, kami langsung menuju Gustiguest House, salah satu penginapan backpecker *ngirit biaya penginapan, secara kalau hotel budget kami nggak sanguuuup, mihiiiill * lokasinya memang sengaja dicari yang dekat dengan sta MRT dan dekat dengan pemberangkatan bis yang menuju ke Leggoland, walaupun ala backpecker, penginapannya bersahabat dengan anak-anak kok, banyak permainan di ruang utama (domino, kartu dll) ruang makan, ruang nonton TV, dapur dan 2 kamar mandi di masing-masing lantai. Awalnya kami booking kamar untuk family 6 bed @S$28 dengan hitungan dewasa semua karena yang lain masih anak-anak jadi satu kasur bisa berdua :)  ternyata dari pihak Gusti untuk administrasi semua passport kami di minta untuk di catat, karena berjumlah 10 orang maka hitungannya menjadi 6 orang dewasa dan 2 orang anak-anak dengan perincian harga @S$ 28 x 6 orang dewasa x 2 malam + @S$ 25 x 2 orang anak x 2 = S$ 436 sudah termasuk pajak di tambah S$ 20 sebagai jaminan yang akan di kembalikan pada waktu check out. Secara pribadi puas dengan Gustiguest House ini, yang di sayangkan cuma satu,,,kamar kami ada di lantai 3 dan nggak ada liftnya………kasihan buat orang tua suami/kakek neneknya anak-anak, lumayan naik tangganya :( lain kali kalau menginap di Gusti, harus ditanyakan kamarnya ada di lantai berapa.

Setelah istirahat di Gusti beberapa saat, perjalananpun di lanjutkan ke Merlion Park salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Singapore :D  transportasi menuju Merlion Park tetap menggunakan MRT, canggihnya negara Singapore ini memang patut di beri jempol, bagaimana tidak semua kota bisa dengan mudah di capai cukup dengan menggunakan MRT dan kedatangan selalu tepat waktu,,,,andai di Indonesia seperti ini. Sebelumnya kami membeli makan malam di sekitar sta Lavender, di sta lavender  sangat mudah mencari makan yang berlogo halal dan murah…total makan malam S$ 21 untuk 7 orang dengan porsi yang lumayan banyak.

Di malam hari pemandangan di Merlion Park ini sangat bagus, ada atraksi laser, cuma sayang karena keterbatasan kamera, foto-foto agak kurang bagus :'(  Setelah puas melihat atraksi laser dan berfoto dan khawatir tertinggal MRT terakhir kami pun kembali ke penginapan, istirahat u ntuk mempersiapkan stamina karena esoknya kami akan ke legooooland ^_^

 

Terminal 3 soeta

Terminal 3 soeta

Ruang Tunggu

soeta2

 

changi

changi

skytrain dari T1 changi ke T2

skytrain dari T1 changi ke T2

Gusti Guesthouse

Gusti Guesthouse

Kamar tidur Gusti Guesthouse

Kamar tidur Gusti Guesthouse

Merlion...kameranya jelek hiks :'(

Merlion…kameranya jelek hiks :'(

Semoga AA selalu diberikan kesehatan..Aamiin

Semoga AA selalu diberikan kesehatan..Aamiin

Liburan ke singapore dan ke Johor Bahru (Legoland)

Karena beberapa kali suami sering mendapat latihan ke luar negeri dari kantor, anak-anak sering berkomentar : “iiihhh abiiii enak bangeeeet”  maka keinginan pergi ke luar negeri bersama keluarga adalah satu impian yang rasanya sulit untuk terwujud, salah satunya adalah faktor biaya  mengingat jumlah keluarga kami yang superrrr banyak :D selain keinginan mengajak keluarga, suami juga ingin mengajak kedua orang tuanya, suami ingin semasa ke dua orangtuanya masih diberikan umur dan diberikan kesehatan beliau bisa melihat kemajuan negeri orang (selain tanah suci), juga untuk memotivasi anak-anak agar lebih giat belajar, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempelajari sesuatu yang telah mereka pelajari di sekolah, yang mereka baca di buku atau yang mereka lihat di TV, dan mereka bisa melihat langsung perbedaan budaya, bahasa, makanan, iklim dan lingkungan.

Target negara yang ingin di kunjungi adalah Singapore, yah tidak jauh-jauh, cukup negara terdekat dari Indonesia ^_^ Mungkin seuatu saat ada rejeki yang bisa membawa kami ke eropa ^_* Alhamdulillah di penghujung akhir tahun pelajaran sekolah dan mendekati anak sulung kami masuk pesantren ke inginan tersebut terwujud, kebetulan di tahun 2013 bulan oktober maskapai penerbangan Air Asia mengadakan promo Rp. 5.555 untuk semua rute, kami pun langsung issued tiket untuk tujuan Singapore untuk penerbangan di bulan Juni tahun 2014 setelah anak sulung kami selesai Ujian Nasional tingkat SD,  lumayan mengirit biaya dengan adanya promo dari maskapai tersebut, walaupun belum termasuk biaya airport tax dan lain-lain harga tersebut termasuk supeeeerrr muraaaah untuk keluarga kami yang berjumlah 8 orang termasuk kedua orang tua suami.

Setelah Issued tiket Air Asia, mulailah kami merencanakan perjalanan kami nanti, tentunya persiapan pertama adalah membuat passport  saya dan ke-4 anak kami,  salah satu kelebihan dari Air Asia adalah waktu pemesanan tiket penerbangan internasional tidak perlu memasukan nomor passport, berbeda dengan maskapai Tiger Air, harus mempunyai passport terlebih dahulu karena pada waktu booking tiket harus memasukan nomor passport yang masih berlaku, padahal saat itu maskapai tersebut juga sedang mengadakan promo free for return…:(

Karena membawa 4 orang anak, maka tujuan liburanpun di fokuskan untuk kesenangan mereka *buang jauh-jauh rencana mengunjungi pusat perbelanjaan*  awalnya pilihan kami adalah Universal Studio Singapore tapi setelah banyak mendapat saran dari beberapa teman suami, maka dipilihlah arena bermain Legoland di Johor Bahru salah satu bagian negara Malaysia, permainan di Legoland lebih bersahabat untuk anak seusia anak-anak kami.

Semoga rencana perjalanan kami sekeluarga diberikan kelancaran, dan semua diberikan kesehatan yang prima………Aamiin

 

#latepost

Bakteri Dalam Darah

Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37,5C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam juga bisa merupakan pertanda bahwa sel antibodi kita ( sel darah putih ) sedang melawan suatu virus. Demam juga kerap disertai gejala menggigil yang merupakan indikasi adanya virus, bakteri, atau kuman. Dalam hal ini demam merupakan indikasi mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi atau zat asing dari luar. Jenis-jenis mikroorganisme itulah yang mengeluarkan racun dalam tubuh si kecil dan selanjutnya menyebabkan tubuh menggigil. Jadi, menggigil bukan diakibatkan oleh panas itu sendiri dan tidak semua demam disertai gejala menggigil. Demam juga menyebabkan nafsu makan pada anak menurun dan rewel. (di kutip dari berbagai sumber)

Sebagai orangtua kita harus waspada jika demam terjadipada anak kita tidak kunjung reda dalam 72 jam, segera bawa ke dokter untuk diperiksa. Pengalaman yang saya alami beberapa waktu lalu membuat saya khawatir, bagaimana tidak, ananda Dzikri mengalami demam  40c tanpa ada tanda-tanda seperti flu, batuk, ataupun radang. Setelah 3 hari melakukan ‘home treatment’ kondisi demam tidak berubah, masih di suhu 40c dan hanya turun ke suhu 39,5c. Di hari ke-4 demam saya pun langsung memeriksakan ke dokter Huda Hilman Spa di RS Hermina Depok, langsung dirujuk untuk cek darah rutin, untuk memastikan apakah trombosit atau leukosit baik-baik saja, dan hasil lab semua bagus, karena tidak ada gejala batuk, pilek dan radang obat yang diberikan hanya penurun demam saja. Ke esokan harinya (demam di hari ke-5) demam masih di suhu antara 39,5-40,5c kembali saya ke dr huda, dan lansung cek typus, tapi hasil lab tersebut negatif. dr Huda hanya menyarankan tetap dilanjutkan pemberian obat demamnya, dengan harapan besok demam akan reda. Dihari ke-6 dan ke-7 demam ananda Dzikri belum berubah, kembali kontrol ke dr Huda di RS HGA  karena khawatir dengan demam yang terlalu lama. Akhirnya beliau langsung menyarankan untuk rawat inap, untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan Ananda Dzikri menjalani rawat inap, dan langsung cek darah crp. Hasil lab semua normal dan hasil crp pun baik-baik saja, penanganan ananda dzikri hanya dipantau demamnya (karena sudah terlalu lama) dan diberikan infus serta obat dari infus, malam hari demam reda suhu sudah 36,5c begitupun ke esokan harinya, karena hasil lab baik-baik saja dan demam sudah reda, siang harinya dr huda membolehkan pulang ananda Dzikri.

Setelah pulang dari RS HGA, sore hari kembali ananda Dzikri demam 40,5c dan demam tak kunjung reda, di kondisi ini daya tahan tubuh Dzikri sepertinya sangat turun dibanding kejadian demam pertama, tidak ada gairah, lesu, dan terlihat lemas dan nafsu makanpun makin susah begitu juga dengan asupan cairan. Pada demam ke-2 (setelah pulang dari RS) saya masih melakukan home treatment sampai hari ke-3. Dihari ke-3 demam setelah pulang dari RS kembali Ananda Dzikri kontrol ke dr Huda di RS Hermina, dan langsung disarankan untuk rawat inap kembali, Akhirnya Ananda Dzikri kembali menjalani rawat inap di RS HGA dan melakukan pemeriksaan CRP. Dari hasil lab CRP yang ke-2 inilah diketahui bahwa di dalam darah ananda Dzikri ada bakteri. Penangananpun dilakukan dengan pemberian antibiotik injeksi selama 7 hari. Alhamdulillah walaupun di RS sempat naik turun demamnya, di hari ke -5 perawatan suhu tubuh ananda Dzikri kembali normal, karena pemberian antibiotik injeksi ini harus 7 hari, maka perawatan ananda Dzikri dituntaskan sampai hari ke -7.

Bagaimanapun kondisi anak waktu sakit, kita sebagai orang tua harus tetap waspada dan memberikan penanganan yang tepat. Jika home treatment sudah dilakukan dan tidak ada perubahan segeralah membawa anak kita ke dokter. Semoga anak-anak kita selalu diberikan kesehatan, dijaga Akhlaknya dan bisa menikmati masa anak-anak dengan ceria ^_^

Selamat milad anakku semoga selalu diberikan umur yang berkah, kesehatan yang prima dan menjadi anak yang sholeh, bermanfaat untuk masyarakat (06 Mei 2011- 06 Mei 2014)

 

dzik

28 Maret 2014 RS HGA Depok

 

Rawat inap ke 2 RS HGA 31 Maret 2014

lepas infus

IMG_20140402_130259

Rawat inap ke 2 RS HGA 01 April 2014

 

 

Rumah Sakit Di Depok

Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk Depok dan semakin meningkatnya kebutuhan akan kesehatan, sekarang di wilayah Depok sudah banyak sekali rumah sakit swasta, tentu hal ini dapat mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Depok dan sekitarnya. Hampir di setiap wilayah Depok ada rumah sakit, tinggal kita yang menentukan akan mendatangi rumah sakit mana yang sesuai dengan keinginan kita, tentu dilihat dari sisi jauh dekatnya rumah sakit dari tempat tinggal, dokter yang praktek di rumah sakit tersebut, jenis pelayanan yang diterima/menerima asuransi, fasilitas dan masih banyak lagi pertimbangan ketika kita memutuskan memilih satu rumah sakit sebagai tempat berobat diri sendiri atau keluarga.

Saya pribadi yang pertama kali menjadi pertimbangan dalam menentukan rumah sakit tentunya pertama kali di lihat adalah dokter yang praktek, lalu melihat apakah rumah sakit  menerima jaminan asuransi dari tempat suami bekerja *harus dong, krn pengobatan sekarang mahal ;) dan pelayanan dari rumah sakit tersebut. Berikut adalah pengalaman saya berobat untuk keluarga saya di beberapa rumah sakit yang pernah saya kunjungi mulai dari kontrol kehamilan dan pengobatan keluarga saya :

Graha Permata Ibu/GPI

Termasuk dalam rumah sakit yang paliiiiiiiiiiiing dekat lokasinya dengan tempat tinggal saya. Jujur saya tidak terlalu sreg kalau berobat disini, kalau kondisi URGENT baru saya kesini, sampai saat ini hanya hitungan jari aja saya datang ke rs tersebut. Mengapa?

karena dokter anaknya nggak familiar buat saya, pernah coba hanya satu dokter anak yang sreg dihati saya (dalam hal komunikasi dengan dokter), setelah mencoba 2 dokter anak di GPI saya kembali lagi ke Hermina jika anak-anak sakit, walaupun hanya beberapa kali rawat jalan pilihan sebagai rawat inap juga pernah saya lakukan itupun waktu anak saya terpaksa harus rawat inap saya minta rujukan dari hermina untuk di rawat di GPI  karena anak2 masih kecil jadi mau cari tempat yang dekat biar gampang bolak baliknya, yang kedua waktu anak ke-4 saya terpaksa rawat perina karena kadar bilirubinnya tinggi, akhirnya GPI jadi pilihan itupun saya minta rujukan dari RS HGA dengan alasan yang sama : cari yang dekat, dan ketika anak yang pertama harus operasi Hernia, dengan alasan yang sama tentunya, cari yang dekat :D

Untuk berobat rawat jalan, di GPI harus banyak bersabaaaarrrrrr, terutama untuk jenis pembayaran via jaminan Asuransi (Lippo Medicare)….huhuhuhu nggak banget deh, saya enggak tau sistemnya di sana bagaimana, sistem antrian pembayaran bagaimana, karena pernah saya ke kasir untuk melakukan pembayaran (asuransi) tapi dilayani paling akhir, dari ruang praktek masih rame/keluar ruangan praktek dokter jam 20.30 dipanggil di kasir hampir jam 22.00 padahal yang antri di kasir itu nggak banyaaaakkk….huuwaaaaaa kapok banget deh kalau harus berobat di GPI, satu lagi yang membuat saya makin menjauhi GPI adalah Apotiknya nggak mau nerima resep yang bisa di HER/ulangan dari rumah sakit lain dengan alasan karena ada antibiotiknya,,,,padahal itu jelas-jelas resep yang bisa di ulang dari dokter anak di Hermina, akibat telat kasih obat ini, infeksi telinga anak saya kambuuuhhhh. :'(

 

Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok

Jika Anda sebagai peserta jaminan asuransi, maka siapkanlah diri anda untuk banyak bersabaaaarr…..apalagi jika kondisi sedang ramai  ^_^ sistem di RS mitra ini sangaaaat bagus, semua sudah sistem komputerisasi, antrian pendaftaran sudah dipisah antara pendaftar melalui pembayaran pribadi dengan pendaftar melalui jaminan asuransi, hanya sajaaaaa, untuk pembayaran jaminan asuransi antrinya terlaluuuu lamaaaa, dan loket pendaftaran dengan loket pembayaran masih satu tempat. Satu lagi kekurangannya adalah, karena sistem komputerisasi, jika kita konsul ke dokter sepertinya dokternya terlalu cuek untuk mendengarkan keluhan pasien, karena dokternya fokus ke komputer yang ada di depannya sambil mengetik,,,jadi ada rasa gimanaaaa gituuuuu.  Tapi saya selalu ke RS MKD untuk konsul pengobatan anak saya yg paling kecil ke dokter spesialis THT  ^_^

 

Rumah Sakit Hermina Depok

Termasuk rumah sakit langganan mulai dari pemeriksaan kehamilan, melahirkan dan berobat anak-anak, saya suka dengan sistem pembayaran dan antriannya, nggak pake lama, kecuali antrian obat dan antrian dokter  yaaaaa….. :D dan tentunya alasan ke rs Hermina adalah ada dokter Huda Hilman ^_^ walaupun orang lain pada  bilang antrian di dokter huda lamaaaaa, pasien banyak, tapi saya sukaaaaaa, beliau care, mau mendengarkan keluhan dan sistem pembayaran dengan jaminan asuransi nggak pake ribet dan nggak pake lama. Pernah ngalamin waktu melahirkan anak ke-4 naik kelas perawatan karena kelas jaminannya full :D

 

Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah (HGA)

Ini terpavoriiiiittt versi saya loohhh, memang dibanding ke 3 rumah sakit di atas, lokasi HGA ini yang terjauuuh dari tempat tinggal saya. Yang membuat saya suka adalah karena dr Huda juga praktek disini, dan antrian pasiennya nggak sebanyak antrian di Hermina.

Itu pengalaman saya membawa 4 anak saya berobat di beberapa rumah sakit, tentu pengalaman tiap orang berbeda-beda. Dan yang lebih penting adalah jangan menjadikan rumah sakit sebagai ‘supermarket’ yang sakit sedikit kerumah sakit, jadilah orang tua yang bijak dengan mengupayakan pengobatan dari rumah jika tidak dalam kondisi darurat, tetapi kalau dalam waktu 3 hari sakit/demam tidak ada perubahan segeralah menemui dokter dan yang lebih penting adalah bagaimana mengupayakan pola hidup sehat dalam keluarga agar tercipta keluarga yang sehat baik rohani dan jasmani ^_^ seperti pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’

Gado-gado

Lama tidak membuka blog, sejak koneksi Speedy mati beberapa kali sejak pertengahan maret akhir sampai minggu akhir minggu ke dua di bulan april, mulai dari masalah modem speedynya yang rusak, jaringan yg mengalami gangguan hingga setting modem yang bermasalah, sampai akhirnya modem speedy TP – Link standar diganti dengan TP – Link Wireless *horeeeee bisa irit pulsaaa :p Baru sadar kalau ternyata Internet sudah merupakan menu wajib di keluarga saya :D mulai dari rutinitas kerja si abi kalau lagi ada dirumah yang ‘mengharuskan’ duduk manis di depan laptop dengan koneksi ke server kantor, mencari tugas sekolah anak-anak, referensi materi untuk mentoring, dan satu lagi yg nggak kalah pentingnya tentu mengetahui berita yg up to date di luar sana dan tidak kami dapatkan karena dirumah tidak ada ‘televisi’. Ya tidak ada televisi dirumah, mungkin sebagian orang menganggap televisi adalah barang yang wajib ada di rumah, bukan karena tidak mampu membeli TV tapi sudah kesepakatan saya dan suami untuk menjauhkan anak-anak dari TV,  karena mudharatnya lebih banyak dibanding manfaatnya, walau tidak menutup kemungkinan melalui internet justru lebih banyak mudharatnya, tapi alangkah bijak jika internet dipergunakan untuk kebaikan dan selalu mendampingi anak-anak jika mereka sudah sibuk dengan gadget masing-masing ^_^

Walaupun tidak bisa online secara ‘full’ *salah kalau tidak bisa online sama sekali,,,,hari giniiiii* saya tetep mengikuti berita yang sedang heboh dong, walaupun cuma sekedar intip-intip aja :D banyak pelajaran yang memotivasi saya untuk melakukan yang lebih baiiiiikkkkk untuk saya dan keluarga saya, seperti kasus ibu hamil dan pelecehan seksual. Merupakan pekerjaan rumah bagi saya untuk 4 orang anak yang salah satunya sudah mulai ABG, karena peran seorang ibu sangat besar dalam membentuk karakter seorang anak, menanamkan empati terhadap sesama itu tidak bisa di paksakan apalagi dengan kondisi masyarakat saat ini yang makin individualis. Juga kejahatan yang tidak lagi memandang jenis kelamin, usia dan selalu mengintai tanpa mengenal waktu dan tempat, jangan sampai edukasi seks dini menjadi tabu dibicarakan dengan anak-anak. Disinilah peran seorang ibu (dan tentunya kerjasama antara suami dan istri) memberikan pondasi agama yang baik, kepedulian sosial yang harus terus di pupuk sehingga akan terus melahirkan generasi yang bermanfaat untuk umat. Dan tidak lagi tabu untuk mengedukasi politik pada anak-anak, mentarbiyah anak-anak sejak dini karena ditangan merekalah kelak negeri ini akan di pimpin karena dengan ‘Cinta’ sebagai sumber inspirasi kekuatannya, ‘Kerja’ sebagai realisasi pembuktiannya dan kehidupan bangsa yang penuh “Harmoni’ adalah hasilnya.

 

 

Milad Khalid

03 Maret 2005 – 03 Maret 2014

Maaf ya khalid,,,,ummi agak telat posting di blognya….saking dag dig dugnya menunggu pengumuman kelulusan Uda Hanif, jadi belum sempat menulis :)

Baarakallahu……semoga usia ananda selalu mendapatkan kebarokahanNya, diberikan kesehatan dan kemudahan. 9 tahun usiamu nak, masih banyak pe-er yang harus Ummi dan abi lakukan untuk kebaikanmu, Doa Abi dan ummi selalu menyertai setiap langkahmu.

khalidkhald